Breaking News

Kapolda Sulsel Rian Ryacudu Beberkan Kronologi Pengungkapan 30 Kg Sabu oleh Polres Barru

Dari kiri, Direktur Satuan Reserse Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Darmawan Affandi, Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian Ryacudu Djajadi, Kapolres Barru AKBP Dodik Susianto, dan pelaku MNZ pakai rompi tahanan warna Orange (belakang), serta sejumlah Barang Bukti Sabu (depan), di ruang Konferensi Pers di Mapolda Sulsel, Selasa (30/4) siang tadi.
Makassar, SwaraIndependen.Com--
 Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Irjen Pol Andi Rian Ryacudu Djajadi memimpin langsung Konferensi Pers atas keberhasilan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Barru mengungkap dan menyita 30 kilogram (Kg) sabu di Dermaga Awerange, Kabupaten Barru. 

Konferensi Pers tersebut,  berlangsung di Mapolda Sulsel Jl Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Selasa (30/4) siang tadi.

Dalam giat, Kapolda Andi Rian didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel Kombes Pol Darmawan Affandi dan Kapolres Barru AKBP Dodik Susianto, mengungkapkan kronologi terungkapnya penyelundupan sabu 30 Kg di Pelabuhan Awerange Mallusetasi, Barru, 28 April 2024.

Pengungkapan bermula saat personel Satresnarkoba Polres Barru memperoleh informasi adanya kapal membawa barang mencurigakan.

Dari informasi awal itu, Tim Narkoba Polres Barru pun bergerak ke lokasi. lalu mengamankan pelaku berinisial MNZ (27) berserta barang buktinya.

"Pelaku datang menggunakan mobil lalu mendekati kapal, saat itu dia di dalam mobil bersama istri dan anaknya," ungkap Irjen Pol Andi Rian saat ditemui di kantornya, Selasa (30/4) tadi siang.

Peran tersangka lanjut Andi Rian, selaku penerima barang yang dikirim dari Kalimantan Utara. Mantan Kapolda Kalimantan Utara ini menyebut pelaku merupakan residivis.

"Dari tersangka yang diamankan selaku penerima di dermaga, merupakan residivis. Dari hasil pemeriksaan, ia mengaku dia yang kedua kali," kata Irjen Pol Andi Rian saat merilis kasus dalam sebuah Konferensi Pers di kantornya.

Lebih lanjut Andi Rian menjelaskan, sumber barang haram diterima MNZ dari penyelundup yang sama.

"Khusus barang bukti, menurut keterangan tersangka, adalah barang kedua diterima tersangka dari titipan orang yang sama. Pengendali yang sama," bebernya.

Barang haram sebelumnya seberat 17 kilogram sempat lolos dan diedarkan di Kabupaten Sidrap.

Andi Rian katakan, pihaknya mengaku terus mendalami kasus itu, hingga menemukan jejaring pelaku.

"Sebelumnya, dia berhasil membawa masuk kurang 17 kg di Kabupaten Sidrap. Ini sementara didalami penyidik," beber Andi Rian.

"Termasuk juga orang yang dimaksud mengirim barang. Memang ini berada di Kalimantan Utara bukan berasal dari luar negeri dan sudah dilakukan pendalaman," sambungnya menuturkan.

Andi Rian menyebut penyidik juga memeriksa 4 saksi lainnya untuk pengembangan kasus ini. Selanjutnya penyidik akan melakukan proses penyidikan termasuk melakukan pengembangan terhadap perkara ini.

"Tentu saya berharap, masyarakat juga tentu juga berharap bahwa pelaku yang terlibat di dalam kasus ini juga perlu kita ungkap sampai ke asal kemudian ke tujuannya. Ini sedang dikerjakan oleh rekan-rekan penyidik, jadi Polres baru dipegang oleh direktur narkoba Polda," ungkapnya.

Dalam konpres, barang bukti sabu seberat 30 kilogram dihadirkan.Tampak, barang haram itu dikemas dalam bingkisan teh China lalu disimpan disimpan dalam tiga box berbeda.

Selain itu, juga dihadirkan seorang pelaku dengan tangan terborgol yang mengenakan kaos tahanan Polres Barru, yang berperan sebagai penjemput di Pelabuhan Awerange Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.(*)

(Agisto)

Baca Juga

0 Komentar

descriptivetext
descriptivetext
descriptivetext
© Copyright 2022 - SWARA INDEPENDEN