Breaking News

Demo Ricuh, Pemkab Bone Akhirnya Putuskan Menunda Kenaikan PBB-P2

Baliho Tolak Kenaikan PBB-P2 di Bone (Foto: Ist/SWIN)

BONE, SWARAINDEPENDEN.COM--
Pemerintah Kabupaten Bone akhirnya mengumumkan secara resmi menunda kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Keputusan tersebut dikeluarkan setelah gelombang protes berujung bentrok di halaman Kantor Bupati Bone, Jalan Ahmad Yani, Selasa (19/8/2025).

Keputusan tersebut disampaikan Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bone, Andi Saharuddin. Untuk sementara, perhitungan PBB-P2 masih akan menggunakan NJOP lama

“Iye betul (ditunda -red) atas petunjuk bapak Bupati dan Wakil Bupati serta arahan pemerintah pusat untuk mengkaji ulang,” kata Andi Saharuddin.

Langkah tersebut merupakan respon atas tekanan massa yang selama sepekan terakhir terus meluas. Gelombang protes yang dimotori mahasiswa dan organisasi pemuda mencapai puncaknya Selasa malam, ketika massa bentrok dengan aparat karena menolak membubarkan diri.

Pemerintah Kabupaten Bone, sebelum aksi unjuk rasa, menyebutkan, tujuan awal kebijakan penyesuaian nilai NJOP adalah untuk menyeimbangkan potensi penerimaan daerah dengan perkembangan harga tanah di pasaran, berdasarkan arahan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Aksi Unjuk Rasa Menolak Kenaikan PBB-P2 Berlangsung Ricuh

Sebelumnya, di media ini diberitakan sekira ribuan massa menggelar unjuk rasa menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang mencapai 300 persen, di Kantor Bupati Bone, jalan Jenderal Ahmad Yani, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (19/8/2025)

Aksi unjuk rasa dari kelompok massa yang menamai dirinya Aliansi Rakyat Bone Bersatu, berlangsung ricuh, hingga sejumlah aparat mengalami luka lemparan batu. Juga sejumlah orang dari peserta aksi diamankan petugas keamanan. 

 Kericuhan dipicu sikap Bupati Bone, Asman Sulaiman, yang enggan menemui massa pengunjuk rasa yang datang ke kantornya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone hanya diwakili oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bone, Muhammad Angkasa.

"Massa kecewa dengan sikap Bupati yang enggan menemui pengunjuk rasa, sehingga menolak membubarkan diri, akhirnya terjadi bentrok yang mengakibatkan korban dari kedua belah pihak," jelas kontributor SwaraIndependen.*

(AgusIskandar)


Baca Juga

0 Komentar

descriptivetext
descriptivetext
descriptivetext
© Copyright 2022 - SWARA INDEPENDEN