Breaking News

Operasi Dini Hari Bongkar Jejak Gelap Narkotika di Sapiria: Puluhan Diamankan, Senjata hingga CCTV Disita


MAKASSAR, SWARAINDEPENDEN.COM-- Ketika sebagian besar Kota Makassar masih terlelap, denyut gelap peredaran narkotika di wilayah Sapiria, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, justru disasar aparat negara. Tepat pukul 03.00 WITA, Jumat (8/11), ratusan personel gabungan bergerak serentak dalam Operasi Gabungan Pemulihan Kampung Rawan Narkotika Terpadu, sebuah operasi senyap yang menyingkap wajah lain kawasan padat penduduk di pesisir utara Makassar.

Operasi ini bukan langkah biasa. Lebih dari 500 personel dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan, Polda Sulsel, Polrestabes Makassar, Polres Pelabuhan, hingga unsur Dinas Kesehatan, Kesbangpol, dan Satpol PP Kota Makassar, diterjunkan sekaligus. Skala operasi ini menandakan satu hal: Sapiria dan sekitarnya telah lama masuk radar sebagai simpul rawan peredaran narkotika.

Apel gabungan digelar di Mako Polrestabes Makassar sebelum fajar. Kepala BNNP Sulsel, Brigjen Pol. Drs. Budi Sajidin, M.Si., memimpin langsung pengarahan, membagi tim, serta menetapkan sasaran. Ia menegaskan, operasi ini bukan sekadar penindakan, melainkan upaya pemulihan kawasan yang selama ini dicap sebagai “kampung narkotika”.

Tiga titik utama menjadi fokus penyisiran: Gotong (Sapiria), Borta, dan Bottoka (Lembo). Masing-masing wilayah memiliki karakteristik dan “jejak” aktivitas berbeda.


Di Lembo, delapan orang diamankan. Meski tidak ditemukan narkotika, barang bukti yang disita justru menguatkan dugaan aktivitas penyalahgunaan: belasan ponsel, alat isap sabu (bong), pipet, korek api, hingga puluhan plastik klip kosong, atribut yang lazim digunakan dalam konsumsi maupun pengemasan narkoba skala kecil.

Berbeda dengan Lembo, di Sapiria/Gotong aparat menemukan indikasi yang lebih eksplisit. Sebanyak 15 orang diamankan bersama barang bukti narkotika berupa satu sachet kecil kristal putih diduga sabu, satu sachet ganja, dan satu sachet sintek. Tak hanya itu, petugas juga menyita senapan angin, senjata tajam, uang tunai Rp6,7 juta, serta ratusan plastik klip kosong. Temuan ini mengisyaratkan bahwa kawasan tersebut bukan hanya titik konsumsi, tetapi juga berpotensi sebagai lokasi transaksi.

Sementara di Borta, enam orang diamankan. Lagi-lagi, narkotika tidak ditemukan. Namun, pola yang sama terulang: 12 alat isap sabu, timbangan digital, ratusan plastik klip, senjata tajam, hingga DVR CCTV. Keberadaan sistem pengawasan tertutup ini memunculkan dugaan kuat adanya upaya pengamanan internal terhadap aktivitas ilegal dari pantauan luar.

Dari seluruh orang yang diamankan, hasil pemeriksaan awal menunjukkan 17 orang positif narkoba, 16 orang di antaranya positif Methamphetamine dan Amphetamine, serta satu orang positif THC. Sebanyak 12 orang lainnya dinyatakan negatif.

Operasi ini membuka tabir bahwa perang melawan narkotika di Makassar tidak selalu ditandai oleh banyaknya barang haram yang disita, melainkan oleh pola, alat, dan sistem yang mengindikasikan aktivitas terorganisir. Minimnya temuan narkotika di beberapa titik justru memperlihatkan kemungkinan adanya “kebocoran informasi” atau pergeseran metode distribusi.

Dalam sebuah artikelnya, BNNP Sulsel menegaskan, operasi ini tidak berhenti pada penindakan. Pendekatan pemulihan akan dilakukan melalui intervensi kesehatan, sosial, dan pengawasan berkelanjutan. Sapiria, Lembo, dan wilayah sekitarnya kini berada di bawah sorotan, bukan hanya sebagai lokasi razia, tetapi sebagai medan uji komitmen negara dalam memutus mata rantai narkotika hingga ke akar-akarnya.*

(Ist/Redaksi)

Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - SWARA INDEPENDEN