BATAM, SWARAINDEPENDEN.COM— Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng memilih mengambil posisi aktif dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Di tengah derasnya narasi pembangunan nasional, ia menegaskan langkah Pemerintah Kabupaten Soppeng untuk memastikan daerah tidak sekadar menjadi objek kebijakan pusat, melainkan aktor yang ikut menentukan arah.
Sikap itu ditunjukkan Suwardi Haseng saat menghadiri pembukaan Rakernas APKASI XVII Tahun 2026 di Grand Lotus Ballroom, Hotel Aston Batam, Minggu (18/1/2026). Forum ini menjadi panggung konsolidasi kepala daerah dalam merespons visi nasional yang dibingkai melalui program Asta Cita Presiden.
Mengusung tema “Satu Misi, Satu Aksi Membangun Negeri” dengan subtema “Wujudkan Asta Cita untuk Daerah yang Sejahtera”, Rakernas APKASI diarahkan untuk menyatukan ritme pembangunan pusat dan daerah. Namun bagi Suwardi Haseng, penyelarasan tersebut harus dibaca secara kritis agar tidak berhenti pada seremonial dan jargon kebijakan.
“Kehadiran kami bukan formalitas. Daerah harus memastikan kebijakan nasional benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar target angka dan laporan administratif,” tegas Suwardi Haseng.
Ia menilai, tanpa sinergi yang setara, daerah berpotensi kembali terjebak sebagai pelaksana pasif kebijakan pusat. Karena itu, Rakernas APKASI dimanfaatkan sebagai ruang tawar-menawar gagasan, penguatan posisi daerah, sekaligus arena membangun kolaborasi konkret antarkabupaten.
Rakernas APKASI XVII dibuka oleh Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad dan dihadiri sejumlah figur strategis pemerintahan daerah, di antaranya Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi serta Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Rudy Mas’ud. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan pentingnya forum APKASI dalam peta politik pembangunan nasional.
Bagi Pemerintah Kabupaten Soppeng, partisipasi dalam Rakernas ini diarahkan pada dua agenda utama: membawa pulang rumusan kebijakan yang aplikatif serta memperluas jejaring kerja sama lintas daerah. Targetnya bukan sekadar pertumbuhan ekonomi di atas kertas, tetapi peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Bumi Latemmamala secara nyata.
“Kolaborasi antardaerah adalah kunci. Banyak persoalan tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Daerah harus saling belajar dan saling menguatkan,” ujar Suwardi Haseng.
Di luar forum resmi, Bupati Soppeng juga memanfaatkan sesi Welcome Dinner sebagai ruang diplomasi informal. Diskusi santai namun substantif dengan para kepala daerah lain dijadikan ajang membangun kesepahaman awal, sekaligus membaca peta kepentingan sebelum masuk ke pembahasan teknis Rakernas.
Namun, bagi publik Soppeng, Rakernas APKASI tidak boleh berhenti sebagai agenda perjalanan dinas. Hasil dan komitmen yang dibawa pulang harus diterjemahkan ke dalam kebijakan nyata di daerah. Di titik inilah, janji sinergi pusat–daerah akan diuji, apakah benar menjadi alat perubahan, atau kembali tenggelam dalam rutinitas rapat dan rekomendasi.
Sumber Swara Independen menaruh harapan, "Langkah Bupati Soppeng di Batam adalah awal. Pekerjaan sesungguhnya justru dimulai ketika Rakernas usai dan kebijakan harus berpihak pada rakyat, bukan hanya selaras dengan pusat".*
(AgusIskandar)

0 Komentar