![]() |
| Brigjend Pol Irwan Anwar (Foto: Ist/SWIN) |
Kepastian itu ditandai promosi Irwan Anwar dari pangkat Komisaris Besar Polisi menjadi Brigadir Jenderal Polisi, berdasarkan mutasi yang diteken Listyo Sigit Prabowo. Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2781A/XII/KEP./2025, ST/2781B/XII/KEP./2025, dan ST/2781C/XII/KEP./2025 tertanggal 15 Desember 2025.
Dalam rotasi itu, Irwan dipromosikan dari jabatan Kalemkonprofpol Waketbidkermadianmas STIK Lemdiklat Polri menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama TK II Sespim Lemdiklat Polri—sebuah posisi strategis yang menegaskan pengakuan institusi atas rekam jejak dan kapasitasnya.
Irwan Anwar merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1994 dan dikenal lama berkecimpung di bidang reserse. Namanya mencuat saat memimpin Polrestabes Makassar (2017), lalu Kapolrestabes Semarang (2020), serta menjabat Dirreskrimum Polda Sumatera Utara (2020). Sebelumnya, ia juga malang-melintang di ranah siber Bareskrim, hingga memimpin SPN Lido Polda Metro Jaya.
Daftar jabatan yang pernah diemban menunjukkan lintasan karier “lapangan-ke-strategis” yang lengkap: dari Kapolres Madiun, Wakapolres Metro Depok, Dirreskrimum Polda NTB, hingga Analis Kebijakan Madya bidang Pidana Siber Bareskrim Polri.
Dalam kehidupan pribadi, Irwan Anwar memiliki hubungan kekerabatan dengan mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, setelah menikahi keponakan SYL pada 2020.
Pria kelahiran Makassar ini merupakan putra dari pasangan H. Anwar, warga Atakka Desa Mariorilau Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng dan ibunya almarhumah Hj Sinarwati Mas Alie warga Masewali Kelurahan Botto Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng
Berdasarkan LHKPN per 31 Desember 2023, Irwan melaporkan kekayaan sebesar Rp2,826 miliar, terdiri dari aset tanah dan bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp2,5 miliar, harta bergerak Rp8 juta, serta kas dan setara kas Rp318 juta.
Catatan Kontroversi yang Membayangi
Karier Irwan Anwar juga pernah berada di pusaran sorotan publik. Saat menjabat Kapolrestabes Semarang, ia menyampaikan keterangan terkait insiden penembakan siswa SMK N 4 Semarang pada November 2024. Pernyataan resmi kepolisian yang menyebut adanya tawuran dan keterlibatan gangster kala itu mendapat bantahan dari satpam perumahan setempat dan pihak sekolah korban. Dua siswa lain turut terluka, sementara kasus tersebut memicu perdebatan luas tentang penggunaan kekuatan oleh aparat dan akuntabilitas penegakan hukum.
Terlepas dari dinamika dan kontroversi, kenaikan pangkat Irwan Anwar menambah deretan perwira tinggi asal Sulawesi Selatan—dan Soppeng—yang menembus level jenderal dalam waktu berdekatan. Fenomena ini dibaca banyak kalangan sebagai sinyal regenerasi kepemimpinan Polri dari daerah, sekaligus pengingat bahwa prestasi struktural harus selalu berjalan beriringan dengan integritas dan kepekaan terhadap keadilan publik.
Bagi Soppeng, dua bintang satu dalam dua tahun bukan sekadar kebanggaan. Ia adalah pesan keras: putra daerah bisa menembus pucuk, namun publik juga berhak menagih standar etik setinggi bintang di pundak.*
(AgusIskandar)

0 Komentar