Breaking News

Knalpot Brong Masih Berkeliaran, Satlantas Polres Bone Sita Tiga Motor di Watampone


BONE, SWARAINDEPENDEN.COM— Di tengah keluhan warga soal kebisingan dan aksi ugal-ugalan di jalan raya, knalpot brong masih terus berkeliaran di Kota Watampone. Kamis (5/2/2026) malam, Satuan Lalu Lintas Polres Bone kembali turun tangan. Dalam operasi cipta kondisi yang digelar di sejumlah titik, tiga unit sepeda motor dengan knalpot tidak standar berhasil diamankan.

Penertiban tersebut merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Pallawa 2026, yang diklaim sebagai upaya menekan pelanggaran lalu lintas sekaligus mencegah kecelakaan di jalan raya.

Kasat Lantas Polres Bone AKP Musmulyadi menegaskan, langkah ini bukan sekadar razia rutin, melainkan bentuk komitmen aparat dalam menjaga ketertiban publik.

“Penertiban kami lakukan secara humanis, tetapi tetap tegas. Knalpot brong jelas menimbulkan kebisingan yang mengganggu masyarakat dan tidak sesuai ketentuan teknis kendaraan bermotor,” ujarnya.

Para pengendara yang terjaring tidak hanya diberi teguran, tetapi juga pembinaan. Mereka diwajibkan mengganti knalpot dengan model standar sebelum kendaraannya bisa diambil kembali.

Menurut Musmulyadi, pendekatan tersebut diharapkan memberi efek jera sekaligus menjadi peringatan bagi pengguna jalan lainnya agar tidak lagi memodifikasi kendaraan secara serampangan.

Selain penindakan, petugas juga menyampaikan imbauan langsung kepada pengendara untuk menghentikan penggunaan knalpot bising dan menjauhi praktik balap liar—aktivitas yang kerap berujung petaka, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya.

Selama operasi berlangsung, situasi dilaporkan aman dan terkendali. Sejumlah warga yang menyaksikan langsung kegiatan itu mengapresiasi ketegasan aparat dalam menindak pelanggaran yang selama ini dianggap meresahkan.

Namun, penertiban sesaat tak akan banyak berarti tanpa konsistensi. Swara Independen mencatat, knalpot brong bukan sekadar soal suara bising, tetapi cerminan lemahnya kesadaran berlalu lintas. Tanpa pengawasan berkelanjutan dan edukasi yang serius, jalan raya akan terus menjadi ruang kompromi antara keselamatan publik dan pembiaran pelanggaran.*

(AgusIskandar)

Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - SWARA INDEPENDEN