![]() |
| Soppeng Ramadhan Sprint Race 2026 (Foto: WinIsto/SWIN) |
SOPPENG, SWARAINDEPENDEN.COM— Suasana malam Ramadhan di Watansoppeng, Kabupaten Soppeng, tampak berbeda dari biasanya. Ruas Jalan Latenri Bali yang mengarah ke Markas Komando Polres Soppeng, yang selama ini cenderung lengang di malam hari, mendadak dipadati ratusan warga, Selasa (17/3/2026) malam.
Keramaian itu bukan tanpa sebab. Sebuah perlombaan lari cepat 50 meter bertajuk "Soppeng Ramadhan Sprint Race 2026" digelar 17-18 Maret 2026, menghadirkan tontonan unik sekaligus wadah kompetisi bagi kalangan muda-mudi. Ajang ini diselenggarakan oleh Warkop Dg Sija dan diprakarsai oleh sejumlah jurnalis lokal di Soppeng.
![]() |
| Soppeng Ramadhan Sprint Race 2026 (Foto: WinIsto/SWIN) |
Para peserta, mayoritas remaja, beradu kecepatan di lintasan jalanan dengan kaki telanjang. Sorak sorai penonton mengiringi setiap start, menciptakan atmosfer kompetisi yang meriah sekaligus penuh semangat kebersamaan.
Menariknya, fenomena yang selama ini dikenal sebagai balap motor liar di kalangan remaja, kini coba diarahkan menjadi kegiatan yang lebih terorganisir dan positif.
Salah satu panitia, Agusman, yang juga manajer Warkop Dg Sija, menyebutkan bahwa ajang ini lahir dari keresahan melihat potensi anak muda yang belum tersalurkan dengan baik. Hal ini sebagai wujud menyelamatkan generasi muda dari kegiatan yang sia-sia, seperti balapan liar dengan menggunakan sepeda motor.
“Kami melihat banyak anak muda punya kemampuan lari, tapi tidak ada wadah. Jadi kami buat kompetisi ini supaya mereka bisa bersaing secara sehat,” ujar Agusman, yang akrab disapa Allin.
Perlombaan ini dibagi ke dalam sejumlah kategori, mulai dari kategori pemula, non-atlet, hingga kategori utama 50 meter yang dikelompokkan berdasarkan tinggi badan, yakni PS1 (158–163 cm), PS2 (164–167 cm), dan PS3 (168–175 cm). Panitia juga membuka kategori khusus bagi peserta perempuan, yang tak kalah menarik perhatian.
Selain aturan yang jelas, penyelenggara juga menyiapkan hadiah uang tunai bagi para pemenang, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta untuk menunjukkan performa terbaik.
Antusiasme masyarakat terlihat dari membludaknya peserta, bahkan setelah pendaftaran resmi ditutup. Bagi warga, ajang ini tak sekadar lomba, tetapi juga hiburan alternatif sambil menunggu waktu sahur.
Salah satu peserta mengaku antusias mengikuti lomba tersebut. “Ini pertama kali saya ikut lomba lari malam. Seru sekali, bisa kumpul juga dengan teman-teman,” ujarnya.
Tak hanya peserta, para penonton yang hadir pun larut dalam euforia. Banyak keluarga dan kerabat datang memberikan dukungan, menjadikan ajang ini sebagai ruang interaksi sosial yang hangat di tengah bulan suci.
Perlombaan lari cepat 50 meter ini menjadi yang pertama digelar di Kabupaten Soppeng pada malam hari. Lebih dari sekadar tren sesaat, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang mampu menyalurkan energi anak muda ke arah yang lebih positif.
Dengan konsep yang sederhana namun terorganisir, ajang ini membuka peluang lahirnya ruang-ruang kreatif baru bagi generasi muda, tidak hanya selama Ramadhan, tetapi juga di malam-malam lainnya.*
(AgusIskandar)


0 Komentar