PINRANG, SWARAINDEPENDEN.COM-- Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid, S.Sos turun langsung meninjau dampak bencana angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Lanrisang, Senin (15/12).
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Pinrang ini menjadi wujud nyata perhatian dan kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Irwan menyampaikan rasa empati dan keprihatinan mendalam kepada warga yang mengalami kerugian akibat angin kencang yang terjadi pada Ahad (14/12) lalu. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat berlarut-larut berada dalam kondisi sulit pascabencana.
Sebagai langkah cepat, Bupati Irwan langsung memerintahkan perangkat daerah terkait untuk segera turun tangan melakukan penanganan. Instruksi tersebut mencakup pendataan kerusakan, penanganan darurat, hingga percepatan penyaluran bantuan kepada warga terdampak.
“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Kita tidak ingin warga terlalu lama berada dalam kondisi sulit pascabencana. Seluruh OPD terkait saya minta bergerak cepat dan responsif,” tegas Bupati Irwan di lokasi peninjauan.
Selain fokus pada penanganan dampak bencana, Bupati Irwan juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, kondisi cuaca saat ini masih menunjukkan anomali yang berpotensi memicu terjadinya cuaca ekstrem di berbagai wilayah.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pinrang untuk terus memperkuat upaya mitigasi bencana, baik melalui langkah pencegahan maupun peningkatan kesiapsiagaan, guna meminimalkan risiko bencana di masa mendatang.
Berdasarkan data sementara, bencana angin kencang tersebut mengakibatkan puluhan unit bangunan mengalami kerusakan parah. Kerusakan meliputi rumah warga, satu unit pabrik penggilingan padi, serta dua fasilitas pendidikan, yakni satu taman kanak-kanak (TK) dan satu sekolah dasar (SD).
Pemerintah Kabupaten Pinrang memastikan bahwa proses pemulihan akan dilakukan secara bertahap, terukur, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat yang terdampak, hingga kondisi kembali pulih dan aktivitas warga dapat berjalan normal.*
(NoorHidayat)



0 Komentar