Breaking News

Akibat Petasan, Pemuda Asal Gowa Tewas Dikeroyok Saat Malam Tahun Baru di Makassar


MAKASSAR, SWARAINDEPENDEN.COM-- Perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 di Kota Makassar berubah menjadi tragedi berdarah. Seorang pemuda asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berinisial MFS (19), meregang nyawa usai menjadi korban pengeroyokan brutal di Jalan Kerung-kerung, Kecamatan Wajo, Rabu malam (31/12/2025), tepat menjelang detik-detik tahun baru.

Korban datang ke lokasi bukan untuk mencari masalah. MFS diketahui hendak menemui pacarnya yang berjualan kuliner di pinggir jalan. Niatnya sederhana: merayakan malam tahun baru bersama orang terdekat. Namun suasana yang semula ramai dan penuh euforia berubah mencekam ketika sekelompok pemuda menyalakan petasan secara sembarangan ke arah lapak jualan.

Petasan yang diarahkan ke area penjual dinilai membahayakan keselamatan pedagang dan pengunjung. Teguran pun dilayangkan. Bukannya mereda, situasi justru memanas.

Salah seorang saksi mata sekaligus sepupu korban, RAA, mengungkapkan bahwa peringatan agar pelaku menghentikan aksi berbahaya itu berujung pada kekerasan.

“Petasan diarahkan ke lapak jualan. Sudah ditegur supaya berhenti, tapi mereka malah menyerang,” ujar RAA.

Menurut keterangan saksi, MFS dikeroyok secara brutal oleh sekitar tujuh orang. Beberapa di antaranya diduga membawa senjata tajam, membuat saksi dan warga sekitar tak berani melawan atau melerai. Korban pun tak berdaya menghadapi serangan tersebut.

Akibat pengeroyokan itu, MFS mengalami luka parah dan dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa ini sontak menggemparkan warga sekitar dan mencoreng perayaan malam tahun baru yang seharusnya berlangsung aman dan damai.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Aparat bergerak cepat melakukan penanganan.

Terpisah, Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin, membenarkan adanya kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Ia menyatakan pihak kepolisian telah membentuk tim gabungan untuk memburu para pelaku.

“Benar, telah terjadi penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan dan para pelaku sedang diburu,” tegas Wahiduddin.

Polisi juga telah mengamankan lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap motif serta mengidentifikasi seluruh pelaku yang terlibat.

Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras soal lemahnya kontrol keamanan di tengah keramaian malam pergantian tahun, sekaligus menuntut penegakan hukum tegas agar tragedi serupa tak kembali terulang.*

(Ist/Redaksi)

Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - SWARA INDEPENDEN