![]() |
| Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng (Foto: Agisto/SWIN) |
Mengusung tema “Masseddi Ada, Masseddi Gau” (Satu Kata, Satu Perbuatan), acara tersebut dihadiri Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE, Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga KKS dari berbagai penjuru Indonesia.
Dalam sambutannya, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menegaskan pentingnya kebersamaan yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Menurutnya, Halal Bihalal tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi harus menjadi momentum memperkuat solidaritas dalam bingkai Yassisoppengi.
“Halal Bihalal ini bukan hanya melepas rindu, tetapi menjadi wujud kebersamaan dalam gerakan nyata untuk daerah,” ujar Suwardi.
Ia juga mengingatkan nilai-nilai luhur masyarakat Soppeng yang harus terus dijaga, seperti Rebba Sipatokkong, Malilu Siparappe, Malilu Sipakainge, Sipakatau, Siwata Menre Tessirui No, yang mengandung makna saling menopang, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta menjunjung tinggi harkat sesama.
“Saya yakin warga Kerukunan Keluarga Soppeng mampu menyesuaikan diri di mana pun berada—di mana tanah dipijak, di situ langit dijunjung,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Suwardi Haseng juga memaparkan capaian pembangunan Kabupaten Soppeng sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 72,76 menjadi 73,69 poin, angka harapan hidup mencapai 74,21 tahun, pertumbuhan ekonomi (PDRB) sebesar 4,77 persen, serta angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 6,65 persen.
Tak hanya itu, Soppeng juga mencatat sejumlah prestasi nasional, di antaranya Penghargaan Dwija Praja Nugraha di bidang pendidikan, UHC Award kategori Madya, serta peringkat pertama Zona Hijau Integritas dari KPK dengan skor 80,48.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Kami berharap dukungan dan kontribusi nyata dari seluruh warga KKS untuk terus membangun daerah kita,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menyampaikan syair berbahasa Bugis yang sarat makna kebersamaan dan harapan bagi warga Soppeng di perantauan, yang disambut hangat para hadirin.
Suasana kekeluargaan yang kental dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat persatuan warga Soppeng tetap terjaga, sekaligus menjadi modal sosial penting dalam mendukung pembangunan daerah ke depan.*
(AgusIskandar)

0 Komentar