Breaking News

Hadirkan Anggota DPR-RI dan Dua Bupati, Buka Puasa NasDem Soppeng Jadi Panggung Konsolidasi Politik dan Harapan Infrastruktur

Dari kiri: Rakhman Hasan (Sekretaris DPD Nasdem Barru), Ade Irawan (Ketua DPD Nasdem Soppeng, Teguh Iswara Suardi (Anggota Komisi V DPR-RI Fraksi Nasdem), Saharuddin Alrif (Ketua DPW Nasdem Sulsel/Bupati Sidrap), H. Suwardi Haseng (Bupati Soppeng), Selle KS Dalle (Wakil Bupati Soppeng), Samsumarlin (Ketua DPD Nasdem Sidrap/Ketua DPRD Sidrap). (Foto: Ist/SWIN)

SOPPENG, SWARAINDEPENDEN.COM
— Senja Ramadhan di Jalan Merdeka, Watansoppeng, pelan-pelan berubah menjadi panggung politik yang tak sepenuhnya terlihat. Di balik aroma hidangan berbuka puasa dan suasana silaturahmi di Sekretariat DPD Partai NasDem Soppeng, Sabtu, 8 Februari 2028, tersusun satu pesan yang tak perlu diteriakkan keras: barisan harus tetap rapat hingga akhir masa jabatan pemerintahan “Sukses”.

Acara buka puasa bersama yang digelar NasDem Soppeng itu memang tampak sederhana di permukaan. Namun, daftar tamu yang hadir memperlihatkan bobot politik yang tak bisa diabaikan.

Di ruangan yang hangat oleh percakapan dan canda ringan itu hadir Anggota DPR RI Komisi V Fraksi NasDem Teguh Iswara Suwardi, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, Wakil Bupati Selle KS Dalle, serta Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif yang juga menjabat Ketua DPW NasDem Sulawesi Selatan.

Turut bergabung Ketua DPRD Sidrap Samsumarlin bersama sejumlah anggota DPRD Sidrap, Wakil Ketua DPRD Soppeng Muhammad Taupan beserta anggota Fraksi NasDem DPRD Soppeng, juga nampak Sekretaris DOD NasDem Barru, Rakhman Hasan.

Sejumlah tokoh masyarakat, pimpinan partai politik, aktivis LSM, hingga wartawan juga ikut menyaksikan pertemuan yang secara perlahan berubah dari sekadar buka puasa menjadi forum konsolidasi politik yang subtil (tidak kentara-Red).

Dalam setiap sambutan yang mengalir malam itu, satu garis besar pesan tampak mengemuka, pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari stabilitas politik.

Kalimat paling lugas datang dari Syaharuddin Alrif. Dengan gaya komunikasinya yang langsung dan penuh tekanan energi, ia menyampaikan instruksi politik yang tak menyisakan ruang tafsir.

“Gass pull. NasDem Soppeng harus dukung dan kawal Sukses sampai akhir,” tegasnya di hadapan kader, politisi, dan para tamu undangan.

Pernyataan itu menjadi penegasan posisi NasDem, bukan sekadar partai pengusung saat Pilkada, tetapi juga penjaga stabilitas politik pemerintahan hingga garis akhir masa jabatan.

Dalam politik lokal, dukungan seperti itu sering kali menjadi semacam “garansi politik” bagi kepala daerah untuk menjaga ritme pembangunan tanpa terganggu oleh dinamika koalisi.

Tiba gilirannya, Suwardi Haseng selaku Bupati Soppeng,  tidak menutup fakta bahwa perjalanan politiknya hingga ke kursi kepala daerah memiliki jejak kuat Partai NasDem.

Dalam sambutannya, ia mengingat kembali bahwa NasDem adalah partai pertama yang memberikan rekomendasi politik pada Pilkada lalu.

“Selama ini Partai NasDem cukup membantu dan mendukung pemerintahan Sukses lewat jalur legislatif,” ungkapnya.

Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Tetapi bagi para pengamat politik lokal, ia menyimpan pesan loyalitas yang penting: hubungan eksekutif dan partai pengusung tetap berada dalam orbit yang sama.

Dari Meja Buka Puasa ke Meja Strategi

Ketika azan magrib berlalu dan hidangan berbuka mulai disingkirkan, suasana ruangan perlahan berubah.


Di salah satu sudut sekretariat NasDem, sejumlah tokoh terlihat larut dalam percakapan yang lebih serius namun tetap santai.

Syaharuddin Alrif, Suwardi Haseng, Teguh Iswara Suwardi, Selle KS Dalle, Samsumarlin, Muhammad Taupan, serta Direktur Nurani Strategic Dr. Nurmal Idrus, bersama sejumlah jurnalis yang ada di Kabupaten Suoppebg, terlihat berbincang panjang. Sesekali terdengar tawa, tetapi pembicaraan mereka jelas menyentuh hal-hal yang lebih substansial.

Topik yang muncul beragam, strategi pembangunan daerah, tekanan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah, hingga cara menjaga ritme pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.

Yang menarik, kedua Bupati saling berbagi kiat, bagaimana "mengakali" efisiensi yang anggaran atau pemangkasan-pemangkasan anggaran dari Pemerintah Pusat.

Dalam percakapan itu, Teguh Iswara Suwardi, yang duduk di Komisi V DPR RI dan membidangi infrastruktur, memberi sinyal optimisme mengenai peluang percepatan pembangunan daerah.

Ia menyinggung pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah agar berbagai proyek infrastruktur dapat berjalan lebih cepat. Pesan itu sederhana, tetapi implikasinya luas, jalur komunikasi antara pusat dan daerah tetap terbuka.

Pertemuan Ramadhan tersebut pada akhirnya menunjukkan satu hal, politik tidak selalu hadir dalam bentuk rapat resmi atau deklarasi besar.

Kadang ia muncul dalam bentuk yang lebih cair, di meja buka puasa, dalam obrolan santai, atau dalam kalimat pendek yang penuh makna.

Bagi NasDem, malam itu tampaknya menjadi momen untuk memastikan satu hal, pemerintahan Suwardi–Selle tetap berada dalam orbit dukungan politik yang stabil.

Di tengah dinamika politik lokal yang sering berubah cepat, konsolidasi seperti ini menjadi semacam “rem pengaman” bagi jalannya pemerintahan.

Dan dari Sekretariat NasDem di Jalan Merdeka malam itu, pesan politiknya cukup terang, “Sukses” bukan hanya kemenangan Pilkada yang sudah lewat, tetapi proyek politik yang harus dijaga hingga garis akhir masa jabatan.


Usai bincang-bincang panjang itu, rombongan kemudian bergerak menuju Lapangan Gasis Watansoppeng. Di sana, suasana kembali cair dalam keramaian Pasar Ramadhan Sukses—tempat politik, ekonomi rakyat, dan suasana Ramadhan berbaur dalam satu panggung kota.*

(AgusIskandar)


Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - SWARA INDEPENDEN