![]() |
| Nampak jemaah shalat I'ed memadati Mesjid Agung Darussalam Watansoppeng, Sabtu (21/3/2026). Inset: Bupati Soppeng H Suwardi Haseng (Foto: Ist/SWIN) |
Sejak pagi hari itu, masyarakat telah memadati kawasan masjid. Bahkan, kapasitas masjid tidak mampu menampung seluruh jamaah sehingga saf meluber hingga ke halaman, Lapangan Gasis, Gedung Lapatau, serta ruas Jalan Pemuda dan Pengayoman.
Meski sempat diguyur hujan ringan, cuaca cerah kemudian menyelimuti pelaksanaan salat, menambah kekhusyukan suasana ibadah yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan.
Kehadiran masyarakat yang membludak mencerminkan tingginya antusiasme dalam merayakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan. Tidak sedikit perantau juga terlihat turut bergabung, menambah suasana kebersamaan yang kental.
Bertindak sebagai khatib, Dr. Musmuliadi dalam khutbahnya mengingatkan bahwa Idul Fitri bukanlah akhir dari proses spiritual, melainkan awal untuk mempertahankan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ramadan melatih kita menjadi pribadi yang lebih baik. Tantangannya adalah bagaimana nilai itu tetap terjaga setelah Ramadan,” ujarnya di hadapan jamaah.
Sementara itu, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan momentum Idul Fitri sebagai sarana memperkuat hubungan sosial dan kebersamaan dalam masyarakat.
Menurutnya, semangat kebersamaan yang terbangun selama Ramadan harus menjadi fondasi dalam mendorong pembangunan daerah.
“Idul Fitri bukan hanya tentang kembali suci secara individu, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan dalam membangun daerah,” kata Suwardi.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Soppeng juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 72,76 pada 2024 menjadi 73,69 pada 2025. Angka harapan hidup tercatat mencapai 74,21 tahun.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi daerah menunjukkan tren positif dari 4,06 persen menjadi 4,77 persen, sementara angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 6,65 persen.
Sejumlah penghargaan nasional turut diraih, di antaranya Dwija Praja Nugraha di bidang pendidikan dan UHC Award kategori Madya di sektor kesehatan. Bahkan, hasil survei Komisi Pemberantasan Korupsi menempatkan Soppeng sebagai daerah dengan tingkat integritas tertinggi di Sulawesi Selatan dengan skor 80,48.
Meski demikian, pemerintah daerah mengakui masih adanya tantangan, terutama terkait keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran.
Pelaksanaan Idul Fitri tahun ini tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga refleksi bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat kolaborasi demi kemajuan daerah.
Usai salat, jamaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan, menandai berakhirnya Ramadan dan dimulainya lembaran baru dengan semangat kebersamaan yang lebih kuat.*
(AgusIskandar)

0 Komentar