Breaking News

NasDem Soppeng Bagi Takjil: Borong Dagangan PKL, Bagikan ke Pengendara di Jl. Merdeka


SOPPENG, SWARAINDEPENDEN.COM — Senja di Jalan Merdeka, Watansoppeng, Sabtu (14/3) sore ini, tidak hanya dipenuhi lalu lalang kendaraan yang berburu waktu berbuka puasa. Di depan kantor DPD Partai NasDem Soppeng, puluhan kader partai turun ke jalan membawa kantong-kantong takjil. Namun yang menarik, takjil yang dibagikan bukan berasal dari dapur katering atau paket siap saji seperti kegiatan serupa pada umumnya.

Sebaliknya, kader NasDem memilih cara berbeda: mereka memborong makanan dan minuman dari para pedagang kaki lima yang berjejer di sekitar lokasi, lalu membagikannya kepada para pengendara yang melintas.


Kegiatan bertajuk “Berbagi Bersama untuk Sesama” ini diinisiasi oleh Teguh Iswara Suardi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Partai NasDem, yang juga dikenal sebagai salah satu figur politik asal Soppeng di tingkat nasional.

Menurut Teguh, berbagi di bulan Ramadan seharusnya tidak hanya menyasar penerima takjil, tetapi juga memberi dampak langsung kepada pelaku usaha kecil di sekitar lokasi kegiatan.

“Semangatnya sederhana: berbagi bersama untuk sesama. Kami membeli langsung dari pedagang kecil di sekitar kantor, lalu membagikannya kepada masyarakat yang melintas,” ujarnya.

Langkah ini membuat para pedagang kaki lima di sekitar Jalan Merdeka mendapat berkah ganda: dagangan mereka ludes dalam waktu singkat, sementara para pengendara mendapatkan takjil gratis untuk berbuka puasa.



Beberapa pedagang mengaku terkejut ketika kader NasDem tiba-tiba membeli hampir seluruh dagangan mereka menjelang waktu berbuka.

“Biasanya jualan sampai malam baru habis. Tadi diborong sekaligus,” kata salah satu pedagang minuman yang mangkal di sekitar lokasi.

Di tengah suasana Ramadan, kegiatan semacam ini memang bukan hal baru bagi partai politik. Namun pola yang digunakan DPD NasDem Soppeng kali ini memberi dimensi berbeda, kegiatan sosial sekaligus menjadi cara menggerakkan ekonomi mikro secara langsung.

Meski demikian, kegiatan bagi-bagi takjil oleh partai politik di ruang publik juga tak bisa dilepaskan dari konteks politik yang lebih luas. Ramadan sering menjadi momentum konsolidasi sosial sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat.

Terlebih, Jalan Merdeka, lokasi kantor DPD NasDem Soppeng, merupakan salah satu jalur paling ramai di Watansoppeng, tempat interaksi masyarakat berlangsung setiap hari.

Apakah ini sekadar aksi sosial Ramadan atau bagian dari strategi memperkuat simpati publik? Jawabannya mungkin beragam.

Yang jelas, bagi para pedagang kecil sore itu, aksi memborong dagangan mereka memberi arti sederhana: dagangan habis lebih cepat, dan senyum pembeli datang tanpa perlu menunggu lama.*

(DewiMuliana/Red)

Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - SWARA INDEPENDEN