Oleh: Agusnawan Iskandar
Perayaan 696 tahun Bone kembali digelar. Spanduk terpasang, panggung berdiri, dan pidato tentang kejayaan masa lalu kembali diperdengarkan. Namun di balik perayaan itu, fakta di lapangan menunjukkan sesuatu yang berbeda: sejarah Bone memang besar, sejak 6 April 1330 yang diawali pemerintahan Manurunge ri Matajang, tetapi jejak fisiknya perlahan menghilang.
Situs yang Butuh Sentuhan Nurani
Salah satu ikon sejarah Bone adalah Bola Soba, rumah adat yang menjadi simbol kekuasaan raja-raja Bone pada masa lalu. Bangunan ini berdiri sebagai saksi kejayaan kerajaan, dibangun pada masa raja Bone ke-30.
Namun, di luar situs yang relatif dikenal seperti Bola Soba, banyak lokasi lain justru luput dari perhatian.
Di Kecamatan Cenrana, misalnya, terdapat Situs Cenrana, kawasan penting yang terkait dengan masa pemerintahan Raja Bone ke-16, La Patau Matanna Tikka (1696–1714). Di lokasi ini ditemukan bekas istana, benteng, sumur tua, serta artefak seperti keramik dan mata uang logam.
Secara historis, kawasan ini bukan situs biasa. Ia adalah jalur strategis di lembah Sungai Walennae yang sejak lama menjadi pusat aktivitas manusia dan jalur transportasi penting kerajaan.
Padahal, jika dikelola serius, situs-situs ini bisa menjadi “museum terbuka” tentang peradaban Bugis.
Sayangnya, bukti fisik sejarah Bone memang terbatas. Banyak catatan hanya bersumber dari lontara (naskah kuno Bugis, Red) yang membuat pelestarian situs menjadi semakin penting sebagai penopang sejarah visual dan arkeologis.
Tanpa situs fisik, sejarah akan semakin bergantung pada teks, dan semakin jauh dari generasi muda.
Di satu sisi, Bone dikenal sebagai kerajaan besar memiliki sistem adat pangngadereng menjadi pusat kekuatan Bugis
Di sisi lain, banyak situs belum terdata maksimal belum semua berstatus cagar budaya minim integrasi dengan pariwisata Padahal, daerah lain di Indonesia telah menjadikan situs sejarah sebagai sumber ekonomi sekaligus edukasi.
Jika kondisi ini terus berlanjut, Bone menghadapi risiko serius:
- Kehilangan bukti fisik sejarah.
- Putusnya koneksi generasi muda dengan masa lalu
- Hilangnya potensi ekonomi berbasis heritage
Karena berbeda dengan cerita, situs yang rusak tidak bisa dipulihkan sepenuhnya.
Tanpa itu, peringatan 696 tahun hanya akan menjadi rutinitas tahunan, tanpa perubahan nyata.
Pertanyaan besarnya kini sederhana:
Berikut daftar Raja/Arumpone dari Masa ke Masa
Masa Awal Pembentukan Kerajaan
Masa: ±1330–1365
Gelar: Manurungnge ri MatajangCatatan: Pendiri Bone, turun dari langit (mitologi Bugis), menyatukan wanua.
2. La Ummasa Petta Panre Bessie- Arumpone II
Masa: ±1365–1390
Catatan: Memperkuat struktur adat dan pemerintahan awal.
3. La Saliyu Karempalua - Arumpone III
Masa: ±1390–1420
Catatan: Konsolidasi wilayah Bone.
4. We Benrigau - Arumpone IV
Masa: ±1420–1450
Catatan: Salah satu ratu awal Bone, memperkuat peran perempuan dalam struktur bangsawan.
5. La Tenrisukki MatinroE ri Luwu - Arumpone V
Masa: ±1450–1480
Catatan: Relasi politik dengan Luwu mulai intens.
6. La Uliyo Bote’e MatinroE ri Pattiro - Arumpone VI
Masa: ±1480–1510Catatan: Stabilitas internal kerajaan.
Masa Perluasan & Pra-Islam
7. La Tenrirawe Bongkangnge MatinroE ri Gowa - Arumpone VII
Masa: ±1510–1535Catatan: Hubungan awal konflik dan diplomasi dengan Gowa.
8. La Ica MatinroE ri Luwu - Arumpone VIII
Masa: ±1535–1560
Catatan: Hubungan erat dengan kerajaan tetangga.
9. La Patawe MatinroE ri Bettung - Arumpone IX
Masa: ±1560–1584Catatan: Penguatan wilayah pesisir.
10. We Tenrituppu MatinroE ri Sidenreng - Arumpone X
Masa: ±1584–1605
Catatan: Masa menjelang Islamisasi.
Masa Islamisasi Bone
11. La Tenriruwa Sultan Adam MatinroE ri Bantaeng - Arumpone XI
Masa: 1605–1611Catatan: Raja pertama memeluk Islam.
12. La Tenripale Sultan Abdullah MatinroE ri Tallo - Arumpone XII
Masa: 1611–1625
Catatan: Konsolidasi Islam di Bone.
13. La Maddaremmeng Sultan Sulaiman MatinroE ri Bukaka - Arumpone XIII
Masa: 1625–1640Catatan: Reformasi sosial berbasis syariat.
14. La Tenribali Sultan Hasanuddin MatinroE ri Gowa - Arumpone XIV
Masa: 1640–1672
Catatan: Konflik besar dengan Gowa.
Masa Kejayaan Bone
15. La Tenritatta Arung Palakka MatinroE ri Bontoala - Arumpone XV
Masa: 1672–1696Catatan: Pahlawan besar Bugis, membawa Bone ke puncak kejayaan.
16. La Patau Matanna Tikka MatinroE ri Nagauleng - Arumpone XVI
Masa: 1696–1714
Catatan: Stabilitas pasca kejayaan.
17. La Pareppa To Sappewali MatinroE ri Soreang - Arumpone XVII
Masa: 1714–1718Catatan: Masa singkat, konflik internal.
18. La Temmassonge MatinroE ri Ajangale - Arumpone XVIII
Masa: 1718–1724
Catatan: Konsolidasi kembali.
19. La Panaongi MatinroE ri Timurung - Arumpone XIX
Masa: 1724–1749Catatan: Periode stabil panjang.
20. La Temmasonge To Appatunru MatinroE ri Lalebbata - Arumpone XX
Masa: 1749–1775Catatan: Penguatan adat dan ekonomi.
Masa Transisi & Tekanan Kolonial
21. La Tenritappu MatinroE ri Bengo - Arumpone XXI
Masa: 1775–1812Catatan: Awal tekanan Belanda.
22. La Mappaseling MatinroE ri Ulaweng - Arumpone XXII
Masa: 1812–1823Catatan: Perlawanan terhadap pengaruh luar.
23. La Parenrengi MatinroE ri Panyula - Arumpone XXIII
Masa: 1823–1835Catatan: Situasi politik tidak stabil.
24. La Mappanyukki (awal) MatinroE ri.. - Arumpone XXIV
Masa: 1835–1845Catatan: Transisi dinasti modern.
25. La Cella MatinroE ri … - Arumpone XXV
Masa: 1845–1857Catatan: Administrasi kerajaan mulai melemah.
26. La Tenri Tappu MatinroE ri … - Arumpone XXVI
Masa: 1857–1860Catatan: Masa singkat.
27. La Mappasessu MatinroE ri … - Arumpone XXVII
Masa: 1860–1871Catatan: Konflik internal dan eksternal.
28. La Tenri Sessu MatinroE ri … - Arumpone XXVIII
Masa: 1871–1895Catatan: Tekanan kolonial meningkat.
Masa Akhir Kerajaan
29. La Pawawoi Karaeng Sigeri MatinroE rib- Arumpone XXIX
Masa: 1895–1905Catatan: Raja terakhir sebelum kekalahan dari Belanda.
30. Masa Vakum (Intervensi Belanda)
1905–1931Catatan: Bone di bawah kontrol kolonial.
Masa Modern & Integrasi RI
31. Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim - Arumpone XXX
Gelar: MatinroE ri Jongaya
Catatan: Raja modern, tokoh nasional.
32. Masa Transisi Kemerdekaan
1946–1950Catatan: Peralihan ke sistem republik.
33. Integrasi ke Republik Indonesia
1950Catatan: Kerajaan Bone resmi menjadi bagian NKRI.
Makna Historis
Total ±33 masa Arumpone mencerminkan kesinambungan kekuasaan hampir 7 abad.
Sistem Bone unik: perpaduan adat (ade’), syara’ (Islam), dan politik aristokrasi Bugis.
Dari mitologi Manurung hingga negara modern, Bone adalah salah satu kerajaan paling berpengaruh di Indonesia Timur.
- Kompas.com – Sejarah Awal Kerajaan Bone
- Kompas.com – Raja-raja Kerajaan Bone
- Kompas.com – Kerajaan Bone: Sejarah dan Keruntuhan
- Dinas Pariwisata Bone – Situs Cenrana (dispar.bone.go.id)
- Buku “Sejarah Bone” (Abu Hamid, dkk., 2007).
- Lontara Bone (naskah tradisional Bugis)
- Noorduyn, A Critical Survey of Studies on the History of Bone
- Christian Pelras, The Bugis
- Arsip KITLV (Belanda)
- ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia)
- Pemerintah Kabupaten Bone (bone.go.id)
- Tradisi lisan & silsilah bangsawan Bugis.***

0 Komentar