SOPPENG, SWARAINDEPENDEN.COM-- Pemerintah Kabupaten Soppeng secara resmi melepas kontingen Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang akan digelar di Kabupaten Maros pada 12 hingga 18 April 2026. Sebanyak 20 peserta dari delapan cabang lomba siap mewakili “Bumi Latemmamala” dalam ajang keagamaan bergengsi tersebut.
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat ditandai dengan penyerahan pataka atau bendera kontingen Bupati Soppeng yang diwakili Plt Sekretaris Daerah, Drs. Andi Surahman M.Si., kepada Kepala Kantor Kemenag Soppeng, H. Afdal, S.Ag., M.M., yang dihadiri oleh Asisten I Setda Soppeng, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), para camat, panitia, pelatih, official, serta seluruh peserta.
Dalam keterangannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, H. Afdal, S.Ag., M.M., menegaskan bahwa keikutsertaan dalam MTQ bukan semata-mata mengejar prestasi, tetapi juga membawa misi besar syiar Islam.
“Musabaqah ini bukan sekadar ajang lomba. Tujuan mulianya adalah syiar Islam serta melahirkan generasi yang berkarakter Qur’ani. Pada akhirnya, kita berharap Al-Qur’an semakin membumi, khususnya di Bumi Latemmamala,” ujarnya.
Selain itu, peserta juga diingatkan untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti perlombaan. Menurutnya, nilai-nilai kejujuran dan kebersamaan harus menjadi bagian dari perjuangan meraih prestasi.
Tak kalah penting, seluruh peserta diminta menjaga kondisi kesehatan dan mampu beradaptasi dengan lingkungan di Kabupaten Maros, mengingat pelaksanaan MTQ berlangsung selama sepekan.
“Jaga kesehatan, atur pola istirahat, dan cepat beradaptasi dengan lingkungan baru agar dapat tampil maksimal,” pesan Afdal.
Keikutsertaan Soppeng dalam MTQ tingkat provinsi ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di bidang keagamaan.
"Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, kontingen Soppeng diharapkan mampu mengukir prestasi sekaligus membawa semangat Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat," harapnya.*
(AgusIskandar)

0 Komentar