Breaking News

Jalan Beton Rampung, Warga Paroto Gelar Syukuran Unik: Kue Gratis Berjejer di Depan Rumah

SOPPENG, SWARAINDEPENDEN.COM— Ada cara sederhana namun penuh makna yang dilakukan warga Desa Paroto untuk merayakan pembangunan jalan di desanya. Bukan dengan pesta besar atau seremoni resmi, warga justru menyiapkan aneka kue di depan rumah mereka untuk dinikmati siapa saja yang melintas.

Pemandangan unik itu terlihat di sepanjang jalan beton Desa Paroto, Sabtu (15/8/2026). Sejumlah warga meletakkan meja di depan rumah masing-masing, kemudian mengisinya dengan berbagai jenis kue dan makanan ringan.

Kue-kue tersebut bukan untuk dijual. Semuanya disediakan gratis bagi pengguna jalan yang melintas sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas pembangunan jalan yang kini mereka nikmati.

Mulai sekitar pukul 11.00 Wita hingga sepanjang hari, setiap pengendara maupun warga yang melintas dipersilakan berhenti sejenak, mengambil dan mencicipi hidangan yang telah disediakan.

Tak ada loket, tak ada harga, dan tak perlu menjadi tamu undangan. Siapa pun yang melewati jalan tersebut boleh mampir dan menikmati kue yang tersedia.

Tradisi spontan warga ini sekaligus menggambarkan besarnya arti pembangunan infrastruktur jalan bagi masyarakat desa. Jalan yang sebelumnya menjadi kebutuhan warga kini tidak sekadar menjadi lintasan kendaraan, tetapi juga menghadirkan kegembiraan tersendiri bagi masyarakat yang setiap hari menggunakannya.

Bagi warga Paroto, jalan beton tersebut berarti akses yang lebih baik untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari bepergian, mengangkut hasil pertanian hingga mendukung pergerakan ekonomi masyarakat.

Rasa syukur itulah yang kemudian diwujudkan dengan cara khas masyarakat desa: berbagi rezeki dengan orang lain.

"Inilah wujud syukur yang kami lakukan, mengingat jalan tersebut puluhan tahun kami rindukan," ujar warga setempat.

Meja-meja berisi kue di depan rumah warga seolah menjadi "jamuan terbuka" sepanjang jalan. Pengendara yang biasanya hanya melintas, pada hari itu boleh berhenti, mencicipi hidangan, kemudian melanjutkan perjalanan.

Di tengah pembangunan yang kerap identik dengan seremoni dan pidato, warga Desa Paroto justru menyampaikan rasa terima kasih melalui tindakan sederhana.

Jalan dibangun untuk masyarakat, dan ketika masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya, rasa syukur itu pun kembali ke jalan—dalam bentuk kue-kue yang dibagikan kepada siapa saja yang melintas.

"Silahkan singgah ambil dan cicipi kuenya, Pak. Jangan sungkan-sungkan. Otulah wujud rasa syukur kami atas pembangunan jalan tersebut," ujar Anto, salah seorang warga Desa Paroto, Sabtu (15/8/2026).

Pekerjaan yang dimaksud adalah Peningkatan Jalan Marossa–Tetewatu sepanjang 7,15 km di Kecamatan Lili Rilau, Kabupaten Soppeng melalui Program Inpres Jalan Daerah TA 2025–2026 (MYC). Pekerjaan ini ditargetkan selesai pada Agustus 2026. Yang dikerjakan oleh PT. Mutiara Gunung Agung.

Peningkatan jalan ini bertujuan memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mendukung pengembangan komoditas unggulan seperti jagung dan kakao.*

(AgusIskandar)

Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - SWARA INDEPENDEN