Breaking News

Selle KS Dalle Sentil Penanganan Stunting: Jangan Data Terlihat Bagus, Anak di Lapangan Malah Luput

SOPPENG, SWARAINDEPENDEN.COM— Angka boleh turun, grafik boleh terlihat bagus, dan laporan bisa saja menunjukkan capaian menggembirakan. Tetapi bagi Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, semua itu tidak berarti jika masih ada anak yang luput dari penanganan stunting.

Selle kembali menyentil pola kerja yang hanya bertumpu pada angka dan laporan administratif. Ia meminta penanganan stunting tidak berhenti di atas meja, tetapi benar-benar dibuktikan dengan kondisi anak di lapangan.

“Jangan hanya melihat angka. Kita harus tahu kondisi riil anak-anak di lapangan,” tegas Selle saat mendampingi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, di Puskesmas Sewo, Senin (10/8/2026).kemarin.

Pernyataan itu sekaligus menjadi pesan keras bagi seluruh jajaran pemerintah yang terlibat dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Soppeng.

Sebab, bagi Selle, keberhasilan program tidak cukup hanya ditunjukkan melalui persentase, tabel maupun laporan berjenjang. Pemerintah harus mengetahui secara pasti siapa anak yang membutuhkan intervensi, di mana mereka berada, apa persoalannya, serta sejauh mana penanganan telah diberikan.

Data tetap penting. Namun, data yang tidak menggambarkan kondisi sebenarnya justru berpotensi membuat pemerintah salah membaca persoalan.

Apalagi stunting bukan persoalan tunggal. Di balik seorang anak yang mengalami gangguan pertumbuhan bisa terdapat persoalan pemenuhan gizi, kesehatan, pola asuh hingga kondisi lingkungan.

Karena itu, Selle tidak ingin penanganan stunting sekadar menjadi rutinitas program tahunan yang sibuk dengan rapat, angka dan laporan, tetapi minim dampak nyata terhadap sasaran.

“Stunting bukan sekadar persoalan tinggi dan berat badan anak. Ini menyangkut masa depan mereka,” ujarnya.

Selle juga menegaskan bahwa urusan stunting tidak bisa dilemparkan hanya kepada dinas kesehatan atau Puskesmas.

Pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu hingga keluarga harus bergerak bersama. Setiap anak yang masuk kategori membutuhkan perhatian harus dipastikan mendapat intervensi sesuai persoalan yang dihadapi.

Pesan serupa sebenarnya telah disampaikan Selle saat membuka Rembuk Tematik Stunting Kabupaten Soppeng.

Ketika itu, ia meminta kecamatan dan desa tidak takut membuka kondisi sebenarnya. Laporan mengenai anak yang telah mendapatkan penanganan maupun progres penurunan stunting harus disampaikan secara faktual, bukan sekadar menyajikan angka yang enak dibaca.

Selle tampaknya tidak ingin pemerintah terlena dengan laporan yang terlihat baik sementara fakta di lapangan berbicara lain.

Sebab, angka yang membaik di atas kertas tidak otomatis berarti persoalan telah selesai.

Bagi Pemerintah Kabupaten Soppeng, pendekatan berbasis data tetap menjadi bagian penting dalam percepatan penurunan stunting. Namun, data itu harus terus diuji dengan kondisi faktual agar kebijakan dan intervensi tidak salah sasaran.

"Jangan sampai pemerintah sibuk mempercantik angka keberhasilan, sementara masih ada anak Soppeng yang tidak tersentuh penanganan," tegas mantan Legislator Provinsi tiga periode ini.

Karena keberhasilan melawan stunting bukan tentang seberapa bagus laporan dibuat, melainkan seberapa banyak anak yang benar-benar diselamatkan masa depannya.*

(AgusIskandar)

Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - SWARA INDEPENDEN