Breaking News

Tengkorak Ditemukan di Kebun Warga Labessi, Polisi Uji DNA dengan Keluarga Perempuan yang Hilang

SOPPENG, SWARAINDEPENDEN.COM— Penemuan tengkorak yang diduga merupakan bagian tubuh manusia menggegerkan warga Lingkungan Lalabenteng, Kelurahan Labessi, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Selasa (11/8/2026) kemarin. Tengkorak tersebut ditemukan setelah beberapa kali terlihat dibawa seekor anjing di sekitar kebun warga.

Polisi kini melakukan penyelidikan untuk memastikan identitas tengkorak tersebut. Dugaan sementara mengarah kepada seorang perempuan lanjut usia bernama Nundu (70), warga Lingkungan Lalabenteng yang dilaporkan hilang sejak 19 Juli 2026.

Untuk memastikan dugaan itu, Rabu (12/8/2026), Tim Inafis Polres Soppeng bersama Kanit Reskrim dan Kanit Intelkam Polsek Marioriwawo membawa tengkorak tersebut ke Laboratorium Forensik guna dilakukan pemeriksaan dan pencocokan DNA dengan anak perempuan Nundu.

Kasus ini bermula pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 10.00 Wita. Saharuddin bersama Efky Rahmatullah berada di kebun milik Saharuddin ketika melihat seekor anjing membawa benda menyerupai tengkorak.

Efky sempat merekam kejadian tersebut menggunakan telepon seluler. Sekitar pukul 15.00 Wita, benda yang diduga tengkorak itu kemudian diletakkan di sekitar pohon pisang sebelum keduanya meninggalkan kebun sekitar pukul 16.00 Wita.

Namun, saat Saharuddin bersama anaknya kembali ke kebun pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 06.30 Wita, benda tersebut sudah tidak berada di tempat semula.

Sekitar pukul 08.30 Wita, personel Polsek Marioriwawo yang dipimpin Kanit Reskrim mendatangi lokasi setelah menerima informasi mengenai temuan yang diduga tengkorak manusia. Saat polisi tiba, benda tersebut tidak ditemukan dan diduga kembali dibawa oleh anjing.

Tiga hari kemudian, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 09.30 Wita, pencarian kembali dilakukan. Lanangi bersama saudara dan orang tuanya mendatangi kebun Saharuddin. Di lokasi itu mereka kembali melihat seekor anjing membawa benda berupa tengkorak.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan Laba kepada Kanit Intelkam Polsek Marioriwawo.

Sekitar pukul 10.30 Wita, Pamapta Polres Soppeng, Tim Inafis Polres Soppeng serta personel Polsek Marioriwawo yang dipimpin Kapolsek Marioriwawo AKP Masudi, S.H., tiba di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Tengkorak kemudian diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui rangkaian penemuan tersebut.

Penyelidikan kini diarahkan untuk memastikan apakah tengkorak itu memiliki hubungan dengan hilangnya Nundu. Polisi telah mengambil sampel biologis dari anak Nundu berupa rambut, darah dan air liur untuk kepentingan pemeriksaan DNA.

Identitas Belum Bisa Dipastikan

Meski terdapat dugaan kuat bahwa tengkorak tersebut berkaitan dengan Nundu yang dilaporkan hilang sejak Minggu, 19 Juli 2026, kepolisian belum menyimpulkan identitasnya.

Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik menjadi penting untuk memastikan secara ilmiah apakah profil DNA dari tengkorak tersebut memiliki kecocokan dengan keluarga Nundu.

Selain memastikan identitas, penyelidikan lebih lanjut juga diperlukan untuk mengungkap asal-usul tengkorak, lokasi awal keberadaannya, serta bagaimana tengkorak tersebut bisa berada di sekitar kebun dan beberapa kali dibawa oleh anjing.

Hingga kini, belum ada kesimpulan mengenai penyebab kematian maupun apakah terdapat unsur tindak pidana dalam kasus tersebut. Kepastian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan pengembangan penyelidikan kepolisian.

"Belum diketahui identitas dan penyebab kematiannya. Pihak Kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik," ujar Mashudi.

(AgusIskandar)

Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - SWARA INDEPENDEN